Senori – HD (32 th) warga Dusun Jangur Desa Banyuurip Kecamatan Senori, pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kembali kumat sehingga membuat takut keluarga dan tetangga dilingkungan tempat tinggalnya, Sabtu (31/1/2026).
Mengetahui kejadian tersebut Perangkat Desa Banyuurip memberitahukan kejadian tersebut kepada anggota Bhabinkamtimas Desa Banyuurip Bripda Hijira Lalfalla Santana.
Mendapatkan laporan dari anggota Perangkat Desa tentang adanya ODGJ yang kumat di desa binaan. Anggota Bhabinkamtimas berkoordinasi dengan Babinsa, petugas kesehatan dari Puskesmas Senori dan petugas TKSK.
Tidak butuh waktu lama petugas gabungan yang terdiri dari anggota Bhabinkamtimas, Babinsa, petugas TKSK dan petugas kesehatan dari Puskesmas Senori mendatangi rumah ODGJ.
Setelah sampai di rumah ODGJ, petugas gabungan bersama orang tua pasien berhasil memberikan injeksi kepada pasien ODGj sehingga kembali tenang dan bisa diajak berkomunikasi dengan baik.
Kepala UOBF Puskesmas Senori dr. Fitria menjelaskan, ODGJ yang berinisial HD, warga Desa Banyuurip merupakan pasien tetap dari Puskesmas Senori. Pihak keluarga mengira pasien ODGJ sudah sembuh karena akhir-akhir ini tidak kumat, oleh karenanya keluarga pasien tidak mengambil obat lagi di Puskesmas Senori.
“Oleh karenanya kita selalu mengingatkan kepada pihak keluarga untuk secara rutin mengkonsumsi obat yang sudah diberikan dari Puskesmas Senori,” jelasnya.
Sementara itu Kapolres Tuban AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Senori Iptu Sudjarwo, S.H., menjelaskan kehadirannya bersama anggota pada kegiatan tersebut adalah dalam sisi keamanan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kehadiran kita untuk memberikan rasa aman kepada petugas dari dinas terkait ataupun pasien ODGJ sendiri.
“Tetap kita perhatikan sisi kemanusiaan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat,” tutur Kapolsek Senori.

